Hadits Nabi Dan Kedudukannya Dalam Islam - El Majalis

Breaking

April 18, 2020

Hadits Nabi Dan Kedudukannya Dalam Islam


Bismillah walahamdulillah amma ba’du;
Para ulama hadits telah banyak menulis tentang definsi hadits nabawi dengan redaksi yang berbeda-beda namun memiliki tujuan dan maksud yang sama. Di antara definisi yang disebutkan para ulama adalah sebagai berikut.
الحديثُ هو ما أُضيفَ إلى رسولِ الله صلى الله عليه وسلم مِن قولٍ أو فعلٍ أو تقريرٍ أو صفةٍ خَلْقيةٍ أو خُلقيةٍ.
Hadits adalah apa-apa yang disandarkan kepada Nabi صلى الله عليه وسلم  baik berupa perkataan, perbuatan, ketetapan dan sifat baik sifat fisik maupun sifat akhlaknya.
Hadits Nabi merupakan wahyu dari Allah swt kepada RasulNya berdasarkan firman Allah swt : “Dan dia (muhammad) tidak berkata dari hawa nafsunya melainkan berdasarkan wahyu yang disampaikan kepadany.” (QS. An Najm: 3-4)
Hadits merupakan sumber kedua dalam syariat islam berdasarkan ijmak kaum muslimin. Dan beramal dengan hadits Nabi adalah suatu kewajiban sebagaimana kewajiban kita mengamalkan al Qur’an.
Allah swt berfirman:
“Apa yang datang dari Rasul kepada kalian maka terimalah dan apa yang dilarangnya maka jauhilah.” (QS. Al Hasyr: 7)
Imam An Nawawi rh berkata:
))شرعُنا مبنيٌّ على الكتابِ العزيزِ والسننِ المرويَّاتِ، وعلى السننِ مدارُ أكثرِ الأحكامِ الفقهياتِ؛ فإن أكثرَ الآياتِ الفروعيات مجملاتٌ، وبيانُها في السننِ المحكماتِ ((  المنهاج شرح صحيح مسلم للنووي
“Syariat kita berdiri atas landasan kitab yang mulia (al Qur’an) dan Hadits-hadits yang diriwayatkan (dari Nabi). Kebanyakan permasalahan fiqih terdapat dalam hadits-hadits tersebut. Karena kebanyakan ayat yang berbicara tentang masalah fiqih bersifat umum dan rincian penjelasannya ada pada hadits-hadits yang lugas.”

Sumber: "Mukhtashoar Riadhus Sholihin" karya Syaikh Dr. Ahmad Bin Utsman Al Mazyat

Ustadz Ahmad Jamaludin Al Atjehi, Lc

Artikel: elmajalis.net

Tidak ada komentar:

Like and Share

test banner

Halaman